MEREKA BILANG,SAYA MONYET! | Siapa yang Monyet Sebenarnya?

9 Sep 2011

merekabilangsayamonyetdvdripxvidneko04087720-22-00Monyet!

Sahabat-sahabatku bilang penulis senior pacarku itu tolol. Buatku, mereka yang tolol. Seenaknya saja mengkritik orang. Tau apa mereka semua. Tahu tidak rasanya sudah capek-capek nulis sampai kepala mau pecah tapi dapat reaksinya cuma sampah. Mereka tahu tidak rasanya punya cowok yang tak bisa diandalkan? Boro-boro ngomongin soal tulisan, minta waktunya saja susah. Aku tak pernah minta yang macam-macam. Aku tak pernah nyuruh dia untuk ceraikan bininya. Tapi aku selalu dimarahi kalau aku pacaran sama cowok lain. Tidur sama cowok lain. Apa itu fair buatku?

Monyet!

Ibu menyuruhku menelan kembali sayuran yang sudah aku muntahkan di bibir toilet.

Gak suka sayuran? Jadi hanya karena alasan gak suka, kamu tega bohongin Mommy? Mommy gak suka orang yang suka bohong. Bohong itu bukan takut. Malahan berani. Berani ngelawan. Berani tanggung resiko kalau sampai ketahuan. Anak gak tahu diuntung. Dasar keturunan bangsat. Gak bisa diperlakukan seperti manusia.
Maunya diperlakukan seperti binatang!

Monyet!

Ibuku memelihara seekor lintah.

Suatu hari keingintahuanku mendesak kuat. Ketika kuintip dari sela-sela tirai yang sedikit terbuka ke dalam kamar ibu, kulihat seekor ular. Lidahnya menjulur keluar dan liurnya menetes ke bawah. Aku jijik melihatnya. Namun ibu menelan habis liur ular itu tanpa tersisa sedikitpun. Aku tak bisa membayangkan sebelumnya bila ular itu adalah lintah. Lintah yang menghisapku ketika aku masih berseragam merah putih.

Monyet!

Kukira bapak lebih baik. Aku tinggal bersama bapak. Nyatanya bapakku sama saja, menyimpan perempuan jalang.

Monyet!

Sahabatku tersedu setiap malam karena suaminya tak lagi mau disentuh. Ia tak bisa punya anak. Apa cinta itu tak bisa ada tanpa ada anak dalam perkawinan?

Monyet!

Sahabatku punya anak tapi anaknya lebih sering tidur dipelukan baby sitter. Sedang dia asyik keluyuran bersenang-senang.

Monyet!

Saat aku butuh pacarku, selalu saja dia harus pulang segera karena orang rumah menyuruhnya pulang. Dan dia menurut. Jadi gombal saja dia memanggilku cinta dan memuntahkan kata-kata cinta hingga berbusa-busa. Membuatku mual.

Monyet!

Cerpen pertamaku dimuat. Ibuku ngamuk. Katanya aku pendendam.

Monyet!

Cerpen pertamaku dimuat. Orang-orang pun menggunjing.

Karya siapa dulu, karya dia atau karya mentornya. Sekarang KKN bukan cuma ada di pemerintahan doang. Kalau bisa cari mentor yang bagus. Mau ditiduri, gue juga bisa jadi penulis

Monyet!

Pacarku cemburu karena aku tidur dengan laki-laki yang tak kucintai tapi menghidupiku.

Heh catat ya. Saya sudah berhubungan sama dia jauh sebelum saya ketemu kamu. Sama saja kan dengan kamu udah ketemu binimu jauh sebelum ketemu saya. Lagian saya gak suka ama dia

Kalau gak suka kenapa mau ditiduri?

Nah, kamu sendiri ngakunya udah gak cinta ama yang di rumah, trus kenapa masih mau ditidurin? Kalau saya sih jelas. Saya harus makan, belanja, isi bensin, bayar apartemen ini buat tempat kita ngewek. Kurang enak apa sih kamu udah dapat cewek gratisan kayak saya. Hari gini mana ada cewek yang mau ama cowok kere. Cuma bego-begonya saya ama bini kamu aja deh

Aku pikir kamu akan berubah

Berubah?Emang kanapa saya?

Sudahlah, susah ngomong sama orang yang kerjaannya ngebohongin diri sendiri terus

Tau apa sih kamu tentang saya? Tahu apa kamu tentang hidup saya? Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang tahu tentang hidup saya. Ibu saya, bapak saya, teman-teman saya, apa lagi kamu

Trus.terus.terus salahin semua orang untuk lari dari masalahmu sendiri. Tidak tahu berterimakasih

Maksudnya?

Gak tahu atau memang pura-pura nggak tahu lagi. Kamu yang nggak ngerti apa-apa, bukan orang lain yang nggak ngerti kamu

Saya nggak ngerti. Maksud kamu apa?

Kamu harusnya bersyukur sekarang. Cerpen kamu dimuat karena aku yang kirim

Berani kamu ngomong kayak gitu. Nggak usah sok jadi pahlawan deh. Kamu tuh mestinya berterimakasih sama aku. Namamu tuh diomongin lagi sejak jadi mentorku. Kamu pikir saya buta. Kamu pikir saya gak bisa lihat kalau karir nulismu itu cuma tinggal nunggu matinya aja!

Dasar lonte! Selesai disini.

Mereka bilang aku monyet. Tapi siapa sebenarnya yang monyet? Yang aku tahu aku mencinta pekerjaanku sebagai penulis. Meski pekerjaan ini tak mampu menghidupiku. Aku mesti mau ditiduri laki-laki yang memberiku kompensasi fasilitas hidup.Ini pilihan.

Menulis cerita anak-anak membuatku bahagia dan bangga. Tapi aku bisa jenuh juga. Jenuh menulis cerita anak-anak. Tapi tak jenuh menulis cerita yang lain. Sudah saatnya aku menulis cerita dewasa. Mengungkapkan kebenaran walau itu pahit. Sudah terlampau lama aku menyimpan luka dari masa kecilku.

Setiap tulisan punya resiko. Termasuk melukai perasaan ibuku. Membuatnya menangis tentu bukan niatku. Aku hanya ingin menulis kisahku. Dengan keberanian yang kupunya. Karena aku seorang penulis. (Diana AV Sasa)

Judul : Mereka Bilang, Saya Monyet!
Sutradara : Djenar Maesa Ayu
Penulis : Djenar Maesa Ayu, Indra Herlambang
Pemeran : Titi Sjuman, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek Depp, Jajang C. Noer, August Melasz
Rilis : 28 Desember 2007
Durasi : 90 menit
Genre : Drama
INFO FILM


TAGS Mereka Bilang Saya Monyet Djenar Maesa Ayu Film Ayu Sjuman film Film Tentang Penulis


-

Author

Follow Me