• 23

    Aug

    IL Postino: Persahabatan, Cinta, Puisi,dan Politik

    Puisi itu terangkai seperti ini: Di pulai ini, laut Semuanya laut Mengombak dari waktu ke waktu Berkata ya, lalu tidak, Lalu tidak Dalam biru, dalam buih, dalam cangkang Berkata tidak, lalu tidak Tak pernah tenang Laut namaku, ulangnya Menerjang karang Tanpa keyakinan Lalu dengan tujuh lidah hijau dari tujuh macan hijau Dari tujuh lautan hijau Membelainya, mencumbunya, membasuhnya dan menumpahkan di dadanya Seraya menyebut namanya, aku lah laut Sebait sajak tentang laut itu ditulis oleh seorang Senator yang juga Diplomat ulung di Partai Komunis di Chili. Seorang peraih nobel Kesusastraan dan pujangga paling diperhitungkan di abad 20,Pablo Neruda namanya. Mari simak puisi kedua ini, Senyummu menebar di wajahmu serupa kupu Senyummu serupa mawar Sebatang galah yang menghujam, debur air Se
  • 22

    Aug

    Fahrenheit 451:Ketika Membaca Dilarang

    Bayangkan bagaimana berada disebuah negeri dimana membaca buku adalah hal yang terlarang. Satu pasukan khusus disiapkan untuk merazia setiap orang yang menyimpan buku. Fahreinheit 451 nama pasukan itu. “Kami membakar mereka hingga menjadi abu, kemudian kami membakar abunya” itu motonya. Mereka mendapat pendidikan khusus untuk mengetahui dimana saja orang menyembunyikan buku dalam perabot rumahnya. Untuk tahu dimana buku disembunyikan, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan buku, begitu pelajaran dasar mereka. Buku dilarang dibaca karena mereka dianggap menganggu, menjadikan orang anti sosial. Novel, dianggap membuat orang tidak bahagia, karena berisi orang yang tidak pernah ada. Pembaca novel akan terobsesi untuk hidup dalam cara yang tidak akan pernah bisa mereka raih. Buku
  • 21

    Aug

    Quills: Hanya Satu Kata: Merdeka!

    Menulis, bagi seorang penulis adalah ekspresi kebebasan. Penyaluran inspirasi tanpa batas. Ungkapan kejujuran hakiki. Maka jangan sekali-kali mengekangnya. Karena hasrat itu semakin dihadang akan semakin meradang. Bahkan menggila melebihi batas nalar. Kungkungan dan siksa tak kan mampu menghentikannya. Ini cerita tentang Homo Perversio, manusia yang bertahan dalam kurungan. Adalah Marquis de Sade, seorang penulis yang dikurung dalam Rumah Sakit Jiwa, The Charenton Asylum for The Insane. Sade dijebloskan dalam Asylum karena tulisan-tulisannya yang mengumbar erotisme dianggap menghina orang-orang beradab pada masa itu. Masa dimana Napoleon Bonaporte berkuasa di Perancis dan budaya Aristokrat menjadi panglima. Tulisan sade yang vulgar dan mengungkap sisi liar mereka sebagai manusia adalah pe
  • 20

    Aug

    The Jane Austen Book Club | 6 Buku, 6 Pembaca, 6 Bulan

    Jane Austen Book Club terdiri dari 6 orang. Mereka adalah Bernadette, Sylvia, Alegra, Jocelyn, Prudie, dan Grigg. Masing-masing memiliki latar hidup yang berbeda. Bernadette adalah seorang pelaku Yoga, sudah menikah 6 kali dan masih percaya akan bahagia dan menikah sekali lagi. Sylvia adalah seorang pustakawan yang suaminya berselingkuh dengan teman sekerjanya. Allegra, anak Sylvia adalah seorang lesbian yang menyukai olahraga beresiko seperti panjat tebing dan terjun payung. Jocelyn seorang wanita independen yang tak menikah, memelihara banyak anjing, dan mantan pacar Sylvia di SMA. Prudie, guru bahasa Perancis yang perfeksionis dan sedang jatuh cinta pada muridnya. Grigg adalah seorang teknisi universitas yang setiap hari bersepeda ke kantornya. Mereka berenam adalah warga Sacramento,
  • 19

    Aug

    THE READER | Buta Aksara = Aib

    Sejauh mana seseorang akan bertahan memegang sebuah rahasia? Hanna Schmitz mengenggam kuat-kuat sebuah rahasia hingga hembus nafas terakhir. Ia memilih menjalani sisa hidupnya dalam penjara dari pada harus membuka rahasia. Ini adalah rahasia yang tak ingin ia kuak meski hidupnya menjadi pertaruhan. Ia malu bila rahasia itu diketahui orang lain. Hanna tak mau seorang pun tahu bahwa ia buta huruf. Hanna seorang petugas kontrol tiket kereta trem di Jerman. Pekerjaannya saban hari adalah meminta tiket pada penumpang, kemudian melubanginya. Ia tak butuh ketrampilan baca tulis untuk melakukan itu. Dan tak seorang pun tahu rahasia itu. Hingga pertemuan dengan seorang bocah umur 15 tahun di sebuah sore yang hujan membawanya pada perkenalan dengan tradisi membaca. Bocah itu Michael Berg. Hann
  • 18

    Aug

    Youve Got Mail | Ketika Buku Menautkan Hati

    Bukan cerita asing jika dalam sebuah pernikahan yang telah berjalan beberapa lama kemudian muncul keterasingan antar pasangan. Sosok yang di awal pertemuan dulu begitu mempesona hingga mendorong keberanian untuk menapaki jenjang pernikahan, dan melahirkan anak-anak yang lucu, tiba-tiba menjelma sosok yang asing. Kepribadian asli itu akhirnya muncul ke permukaan. Menampakkan sosok yang sesungguhnya. Pada titik ini kesadaran kemudian muncul. Ternyata cinta itu tak lagi ada, atau memang sebenarnya tak pernah ada. Namanya Joe Fox, seorang miliyuner pemilik bisnis toko buku Fox and Sons Book Store di New York. Namanya Kathleen Kelly, perempuan pecinta anak-anak yang memiliki toko buku anak The Shop Around The Corner. Keduanya bertemu di sebuah chat box di internet. Seperti umumnya pembicara
Prev -

Author

Follow Me